S.Eko Yunianto The Inspiration im My Live


 

S.Eko Yunianto The Inspiration My Live

By.Ahmad Fajri

Cerita ini berawal dari keuletan,tekun,usaha,dan tidak mudah putus asa

Hari ini adalah yang paling cerah dan hari yang membuatku bahagia.Hari ini aku akan mendaftar di Universitas terkemuka di Purwokerto yaitu Universitas Muhamadiyah Purwokerto.Aku mendaftar sendirian dengan membawa motor kesayanganku 75 ,itulah motor satu-satuku ,walaupun bodinya kuno tetapi sangat berguna bagiku aku berangkat dari rumah pukul 07.00.Setelah aku sampai aku langsung mengisi formulir pendaftaran,setelah aku mengisi formulir akupun langsung menuju ruang ujian.Akupun mengerjakan dengan baik dan teliti dengan berharap aku dapat di terima di Universitas yang aku impikan selama ini,akupun selesai mengerjakn soal ujian saatnyalh aku menunggu pengumuman dari panitia.Sambil menunggu aku berkenalan dengan teman-teman baruku ,tiba-tiba datang dari sebelah barat ruang ujian “heh!!!!,kamu anak mana? kamu pasti anak desa dan miskin,jangan berharap deh kamu dapat di terima di Universitas ini” akupun hanya terdiam saja dan meratapi penghinaan dari orang yang aku tidak kenal,rasanya sakit ketika aku di hina oleh dia,tetapi aku tetap semangat walaupun aku anak desa dan miskin tetapi aku punya cita-cita yang setinggi langit,bagiku hinaan adalah rahmat dari Allah SWT dibandingkan dengan pujian yang akan membuat kita menjadi sombong dan lupa diri.

Setelah kejadian itu aku langsung menuju ke tempat pengambilan pengumuman,akupun masuk lalu “S.Eko Yunianto” dan namaku di panggil hatiku berdetak-detak terasa jantung akan copot,akupun menrima pengumuman itu dan aku buka “TIDAK DI TERIMA”.Aku menangis tersedu-sedu “Eko jangan sedih,masih ada gelombang ke dua kok,pasti kamu diterima” kata dosen itu.Aku gembira dan membuang semua kesedihan itu,lalu aku mendaftar kembali di hari kedua hari itu menjadikan aku menjadi semangat dan aku yakin pasti aku akan di terima,aku kembali mengisi formulir pendaftaran  gelombang ke dua,setelah itu aku kembali mengerjakan soal agar aku dapat di terima.Lalu akupun menunggu sekitar satu jam di ruang pengumuman “S.Eko Yunianto” namaku kembali dipanggil hatiku terasa biasa saja ketika menerima pengumuman itu dan aku buka pengumuman ”DI TERIMA”.”Alhamdulilah hirobil alamin semoga kesuksesan ini dari semua usaha yang telah aku lakuka selama ini” itulah kata-kata yang terucap dari dalam hatiku.

Akupun pulang menuju ke rumah,setelah sampai aku luapkan semua kegembiraankku kepada Ayah dan Ibuku,akupun berkata pada kedua orang tuaku bahwa aku di terima di UMP ,orang tuaku gembira ketika aku mengatakan bahwa aku di terima.Akupun lagsung mengatakan kepada ayahku “ayah besok, ayah harus berangkat ke universitasku dimana tempat aku mendaftar,tapi ayah harus sampai di sana tepat pukul 07.00 dan harus membawa uang Rp.2 juta,apabila ayah tidak membawa uang maka namaku akan di coret” ayahpun menjadi marah ketika aku mengatakan harus membawa uang 2 juta dan harus sampai disana tepat pukul 07.00 “apah kamu bilang,ayah harus membawa uang 2 juta dan berangkat pukul 07.00,ndu-ndu ayah itu harus gimana?uang 2 juta itu ngga sedikit,ya sudahlah ndu ayah akan usahain,berdoa aja ya ndu semoga ayah bisa dapet uang segitu dan bisa berangkat tepat waktu” jawab aku “iya ayah” .Aku merasa kasihan pada ayahku dia bekerja banting tulang untuk menyekolahkanku,akhirnya kedua orang tuaku menjual ikan di kolam belakang rumah dan mendapatkan uang 3 juta ,hatiku bahagia ketika aku mendengar itu.Lalu pagi-pagi aku dan ayahku pergi ke Universitas dimana nantinya aku akan bersekolah di sana.

Hari ini terasa masih dingin aku dan ayahku sampai di universitas, aku dan ayahkupun langsung menuju ke ruang rektor dan akupun langsung menandatangani kesanggupanku untuk membayar uang 2 juta.Setelah itu aku di terima dan aku menyandang sebagai mahasiswa,akupun lagsung mencari kos-kosan untuk aku tinggal agar biaya menuju universitas tidak terlalu mahal.Ini adalah hari pertama aku masuk universitas aku merasa bangga tatapi aku harus ingat bahwa aku tidak boleh sombong,di universitas tempt aku menimba Ilmu perpustakaanlah tempat favoritku aku belajar di saat istirahat,teman-temanku selalu mengejek dia bilang”walaupun loe rajin membaca loe gak bakal pinter enggak” yah itulah teman-temanku dengan  hoby yang suka menghinaku tetapi aku terus melanjutkan kebiasaan ku membaca di perpustakaan.Setelah aku menimba Ilmu akupun kembali menuju tempat kos-kosan,tiba-tiba ada salah satu temanku dikunjungi oleh kedua orang tuanya dia membawa berbagai macam bahan makanan pokok dan baju baru,dia berkata padaku “eh ada orang miskin nih,mau kaya aku makanya orang tua lu kaya yah nanti lu bisa kaya aku dan aku ingetkan lagi sama kamu,kamu itu tidak pantas ada disini” tetapi aku tetap diam dan merenung sebenarnya apa kesalahanku selama ini sampai-sampai banyak orang yang menghinaku,tapi aku harus tetap semangat mungkin itu hanya ujian dari Allah yang harus aku lewati dalam menjalani hidup ini.

“Hore aku Lulus ” itulah kata yang terucap dari bibir manisku,aku akhirnya dapat menyelesaikan kuliahku dengan gelar ahli madya keperawatan.Setelah aku lulus aku mencari pekerjaan di sebuah Rumah Sakit Umum di Banyumas,dengan honor yang pas-pasan tetapi aku harus mensyukurinya sekecil apapun nikmat yang Allah berikan kepada kita hendaknya kita dapat mensyukurinya.Akupun merasa bosan bekerja di rumah sakit itu,akupun mendaftar di sebuah rumah sakit yang cukup  terkenal di Jawa Tengah yang bernama RSUD.Margono Sukarjo akupun mendaftar.Setelah empat bulan lamanya akhirnya aku di panggil dan dapat di terima “Allhamdulilah” kata itu selalu ku ucapkan ketika aku mendapat nikmat dari Allah.Akupun mendapat gajih yang lumayan besar.Itulah berkat usaha,keuletan,tekun dan tidak putus asa.

 

ALLHAMDULILAH AKHIRNYA AKU SUKSES!!!!!!!!!!!!!