Perawatan Kaki Diabetes


Perawatan Kaki Diabetes

 

Kaki diabetes adalah kelainan tungkai kaki bawah akibat diabetes melitus (DM) yang tidak terkendali.Kelainan tersebut disebabkan oleh adanya gangguan persyarafan, gangguan pembuluh darah, dan infeksi.

 

Gangguan persyarafan dan pembuluh darah akan menyebabkan gejala-gejala:

 

Kelainan kaki diabetes apa yang paling banyak dijumpai ?

1. Kapalan, mata ikan dan lepuh

Kapalan (callus) dan mata ikan adalah pengerasan kulit akibat tekanan yang berulangulang.

Kulit melepuh sering disebabkan karena pemakaian sepatu yang sempit.

2. Kulit kaki retak dan luka kena kutu air Kulit kaki yang pecah-pecah memudahkan

infeksi jamur yang dikenal sebagai kutu air.

3. Kutil pada telapak kaki

Kutil disebabkan oleh virus, hampir mirip dengan kapalan dan sangat sulit dibersihkan.

4. Cantengan (kuku masuk ke dalam jaringan)

Cantengan disebabkan karena memotong kuku terlalu pendek atau miring dan kebiasaan mencungkil kuku yang kotor.

5. Radang ibu jari kaki

Pemakaian sepatu yang sempit menyebabkan luka pada jari-jari kaki. Gangguan persyarafan (neuropati) dan peradangan pada ibu jari kaki dapat menyebabkan perubahan bentuk ibu jari kaki seperti martil (hammer toe).

 

Apakah faktor risiko terjadinya luka/ulkus ?

Gangguan persyarafan

Perubahan bentuk kaki

Peningkatan tekanan/beban pada kaki

Gangguan pembuluh darah

Riwayat luka pada kaki

Kelainan pertumbuhan kuku (cantengan)

Pemakaian sepatu yang tidak sesuai

Tingkat pengetahuan dan lingkungan sosial

 

Mengapa bisa sampai terjadi luka/ulkus ?

Tekanan dan gesekan terus menerus yang dialami oleh kaki akan menyebabkan timbulnya kapalan, luka lecet, lepuh, dll. Bila terus berlangsung dan disertai infeksi akan menjadi ulkus yang dalam dan meluas sampai akhirnya menjadi gangren (jaringan mati) yang perlu diamputasi.

 

Bagimana mencegah kaki diabetes ?

Kendalikan DM dengan baik.

Periksa kaki setiap hari apakah terdapat luka, lepuh, dll. Bila ada luka segera diobati.

Bersihkan kaki setiap hari dengan air bersih dan sabun mandi. Keringkan sampai sela-sela jari.

Berikan pelembab (lotion) pada kaki yang kering (tetapi tidak pada sela-sela jari).

Gunting kuku kaki mengikuti bentuk normal jari kaki, jangan terlalu pendek. Kikir kuku agar tidak tajam.

Gunakan selalu alas kaki (sepatu atau sandal) termasuk di dalam rumah.

 

Bagaimana cara memilih sepatu yang baik ?

Sepatu tidak boleh terlalu longgar atau terlalu sempit. Hindari sepatu berhak tinggi dan runcing pada bagian depan.

Bagian dalam sepatu tidak boleh kasar, terbuat dari bahan busa karet atau plastik.

Bila sudah ada kelainan pada kaki sebaiknya konsultasi pada ahli pembuat sepatu di unit rehabilitasi medik rumah sakit terdekat.